Tuesday, April 16, 2013

Permintaan Maaf Mendikbud Terkait Jadwal UN 2013

0 comments
Mewakili Pemerintah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Mohammad Nuh, menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua, siswa, dan masyarakat, atas perubahan jadwal UN di 11 Provinsi wilayah Indonesia Tengah karena adanya persoalan teknis percetakan.

Permintaan maaf Mendikbud tersebut disampaikan pada jumpa pers, Minggu, 14 April 2013 dan diungkapkan kembali pada saat sidak pelaksanaan UN SMA sederajat, di Jakarta, Senin pagi, 15 April 2013.

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.


BSNP Keluarkan Surat Edaran Tentang Pergeseran Jadwal UN di 11 Provinsi

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Dalam Surat Edaran Ketua BSNP memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, UNPK/Paket C dan SMK tahun pelajaran 2012/2013 di 11 Provinsi yang semula UN Utama pada hari Senin, 15 April – 18 April 2013 digeser menjadi Kamis, 18 April – Selasa 23 April 2013.

Komisi X DPR RI Pertimbangkan Tambah Anggaran UN

Komisi X DPR RI akan mempertimbangkan penambahan unit cost pelaksanaan Ujian Nasional (UN), karena alokasi yang ada selama ini dianggap kurang. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Asman Abnur dalam dialog dengan kalangan pendidikan, di Batam, Senin (15/4).

Politisi Partai Amanat Nasional itu selanjutnya mengatakan, biaya UN per siswa saat ini yang sekitar Rp 50.000 dirasakan sangat kurang untuk membiayai try out yang biasanya tidak hanya sekali, honor pengawas, serta peningkatan beban kerja guru menjelang UN. “Jangan sampai kekurangan biaya UN ditutupi oleh Komite Sekolah yang ujung-ujungnya melakukan pungutan dari orang tua siswa”, kata politisi dari daerah pemilihan Kota Batam itu. Asman berjanji akan mengusulkan penambahan itu dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

UN Berkualitas Ciptakan Generasi Berkualitas

Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi diharapkan lebih efisien secara teknis dan ekonomis seiring dengan meningkatnya kualitas penyelenggaraan Ujian Nasional (UN).

Dengan demikian, peningkatan mutu input ke PTN dan PTS akan ikut meningkat. "Kalau kualitas penyelenggaraan UN meningkat, kualitas input meningkat, maka mutu PT juga ikut meningkat. Beban ekonomi proses pembelajaran makin efisien karena mahasiswa dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu," demikian dikatakan Rektor Universitas Nusa Cendana NTT, Frans Umbu Data, ketika ditemui di kantornya, Senin (15/04).

Frans menuturkan dengan meningkatkan kualitas input, semakin banyak mahasiswa yang lulus cepat, maka perputaran penerimaan mahasiswa baru juga semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini kemudian diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas generasi muda yang akan membangun daerahnya.

Tentunya, ini semua juga harus didukung pada perbandingan yang seimbang antara kualitas sekolah, daya dukung sumber daya manusia, sarana prasana, termasuk kepemimpinan kepala sekolahnya.

Dari sisi pendidikan karakter, menurut Frans, pendidikan harus dapat mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak menjadi bangsa robot. "Dampak positif dari UN terlihat semakin banyak siswa yang mendekatkan dirinya ke Tuhan sebagai salah satu bentuk usaha spiritual. Disini terlihat bahwa kecerdasan akademik dan spiritual sejalan," ujarnya.

Kedepannya Frans berharap selain ada evaluasi UN tahunan, juga per 10 tahun dengan fokus evaluasi menyeluruh UN terkait dengan daya dukung sumber daya manusia, sarana prasarana, kurikulum, maupun manajemen sekolah.

Terkait perubahan jadwal UN 2013, kepada peserta didik SMA sederajat di wilayah Indonesia Tengah, Mendikbud meminta agar tetap tenang dan dengan pergeseran waktu agar dimanfaatkan untuk menyiapkan diri tetap belajar dan belajar. Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan soal dan kunci jawaban, karena UN 2013 menggunakan 20 paket soal dan kode bar, sehingga sangat sulit untuk terjadi kebocoran. “Belajar dan tetaplah percaya diri”, pesan Mendikbud.

Sumber: Kemdikbud



Revisi Jadwal UN 2013

0 comments
Pelaksanaan Ujian Nasional 2013 di tingkat SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C untuk 11 provinsi ditunda. Penundaan ujian nasional (UN) SMA di 11 provinsi membuat perasaan para siswa campur aduk. Rata-rata para siswa merasa dirugikan. Namun, tak sedikit juga yang berpikir positif dan menganggap penundaan ini sebagai waktu belajar tambahan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh, menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua, siswa, dan masyarakat, atas perubahan jadwal UN di 11 Provinsi wilayah Indonesia Tengah karena adanya persoalan teknis percetakan.

Permintaan maaf Mendikbud tersebut disampaikan pada jumpa pers, Minggu, 14 April 2013 dan diungkapkan kembali pada saat sidak pelaksanaan UN SMA sederajat, di Jakarta, Senin pagi, 15 April 2013.

Mendikbud juga menyampaikan secara terbuka bahwa pergeseran jadwal UN tersebut menjadi tanggungjawabnya dan akan dilakukan investigasi terhadap PT Ghalia Indonesia Printing yang melaksanakan percetakan bahan UN di 11 provinsi tersebut.

Dalam Investigasi tersebut, lanjut Mendikbud, pihaknya menugaskan Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar untuk melakukan investigasi mengapa sampai terjadi keterlambatan percetakan.

Hal yang sangat penting kata Mendikbud, menyelesaikan percetakan dan mendistribusikan segera bahan UN ke 11 Provinsi tersebut.

Kepada peserta didik SMA sederajat di wilayah Indonesia Tengah, Mendikbud meminta agar tetap tenang dan dengan pergeseran waktu agar dimanfaatkan untuk menyiapkan diri tetap belajar dan belajar. Jangan percaya terhadap oknum yang menawarkan soal dan kunci jawaban, karena UN 2013 menggunakan 20 paket soal dan kode bar, sehingga sangat sulit untuk terjadi kebocoran. “Belajar dan tetaplah percaya diri”, pesan Mendikbud.


Jadwal Semula - sebelum berubah

- Keterangan : jadwal tersebut tetap berlaku untuk provinsi lainnya.

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Fisika 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
6 Biologi 40 120 menit 18 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Ekonomi 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Geografi 50 120 menit 19 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Bahasa Asing 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Tafsir 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
6 Hadits 50 120 menit 18 April 2013

Jadwal Baru - pasca pergeseran jadwal ujian nasional (UN) Bahasa Indonesia

- Keterangan : jadwal tersebut hanya berlaku untuk 11 provinsi sebagaimana kami informasikan di atas.

Ujian Nasional SMA/MA 2013


Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
2 Biologi 40 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Fisika 40 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
2 Geografi 50 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Ekonomi 40 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
2 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Bahasa Asing 50 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
2 Hadits 50 120 menit 18 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 19 April 2013
4 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
5 Tafsir 50 120 menit 23 April 2013
6 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013


Untuk memahami perubahan jadwal UN 2013 tersebut dipersilakan untuk mendownload filenya disini.

Sehubungan dengan adanya keterlambatan dalam pencetakan naskah soal Ujian Nasional 2013 (UN) untuk 11 Provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, Ketua BSNP M. Aman Wirakartakusumah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0017/SDAR/BSNP/IV/2013 tanggal 14 April 2013 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Rektor PTN di 11 Provinsi tentang pergeseran jadwal UN di 11 Provinsi.

Dalam Surat Edaran Ketua BSNP memutuskan menggeser jadwal pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, UNPK/Paket C dan SMK tahun pelajaran 2012/2013 di 11 Provinsi yang semula UN Utama pada hari Senin, 15 April – 18 April 2013 digeser menjadi Kamis, 18 April – Selasa 23 April 2013.

Ketua BSNP menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas keterlambatan tersebut dan mengharapkan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Perguruan Tinggi di 11 Provinsi untuk tetap bersama-sama sekuat tenaga mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional di Provinsi masing-masing.

Semoga penundaan Ujian Nasional di beberapa daerah tidak menurunkan semangat semua pihak yang terlibat dalam UN 2013, terutama siswa. Ayo tetap semangat guna menyukseskan ujian nasional tahun 2013! Demikian informasi perubahan Jadual UN 2013 untuk 11 provinsi di Indonesia kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kemdikbud



Tuesday, April 9, 2013

Contoh Lembar Jawaban UN 2013

0 comments
ementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis contoh lembar jawaban ujian nasional (LJUN) 2013 yang akan digunakan untuk ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA/SMALB dan ujian nasional Paket C pada 15 April s.d. 18 April 2013. Seperti yang diumumkan, pada LJUN ini terdapat barcode di sisi kanan atas sebagai penanda.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan bahwa LJUN pada tahun ini dibuat satu paket dengan naskah soal UN. Bahkan, barcode yang ada di sisi kanan atas LJUN tersebut juga identik dengan barcode yang ada di naskah soal. Menurutnya dengan sistem barcode ini, peserta UN tidak perlu lagi menulis kode soal. Untuk memeriksanya, barcode LJUN akan dipindai dan disesuaikan dengan naskah.



Ia juga mengimbau agar pengawas UN memahami hal ini sehingga apabila ada siswa yang meminta tukar LJUN karena rusak, naskah soalnya juga harus diganti baru. Kemudian para peserta didik juga diminta untuk memisahkan LJUN dengan naskah soal sebelum mengerjakan soal UN. Menurutnya, LJUN hanya boleh digunakan untuk mengerjakan naskah soal yang menjadi pasangannya karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana.

Dalam rapat persiapan Posko UN 2013 dengan Tim Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Rabu (3/4), Khairil juga menjelaskan panitia persiapan akan menyatukan naskah soal dan LJUN. Kemudian, barcode akan ditempatkan di sisi kedua lembaran yang disatukan tersebut. Khairil menyatakan para siswa diharapkan dapat mengisi nama, dan nomor ujian sebelum kedua lembar itu dipisahkan oleh pengawas ruang ujian.

Khairil mencontohkan apabila terdapat siswa yang ingin mencontek, atau bahkan menyobek, dan menukar LJUN yang dimiliki dengan LJUN temannya, maka hal itu dapat terhindari. “LJUN, dan naskah adalah satu kesatuan, apalagi terdapat barcode, maka kemungkinan untuk bocor juga tidak mungkin,” jelas Khairil.

Selain itu, antisipasi pengamanan juga diberlakukan dengan penerapan 20 tipe soal UN, dengan tingkat kesukaran yang sama. Artinya, para peserta didik akan mendapatkan naskah soal UN yang berbeda satu dengan yang lain. Apabila jumlah peserta didik melebihi jumlah tipe soal, pihak sekolah harus membagi dua jumlah tersebut, untuk menempatkan mereka di kelas berbeda. Sehingga, para peserta didik akan mendapatkan masing-masing satu tipe soal UN.

Seperti diketahui, UN kali ini memiliki 20 variasi paket naskah soal untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Dengan demikian, peserta didik dapat konsentrasi dalam mengerjakan soal dan cukup mempelajari materi sesuai kisi-kisi sebelum ujian berlangsung.

Demikian Contoh Lembar Jawaban UN 2013 yang diberikan oleh Kemdikbud dalam rangka Ujian Nasional 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Sumber: Kemdikbud



Masalah Teknis UN 2013 dan Solusinya

0 comments
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memberikan panduan berbagai permasalahan Teknis di lapangan dan solusinya dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2013. Dalam rangka membantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terutama terkait penyelenggaraan ujian nasional tahun pelajaran 2012/2013, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memberikan panduan tentang beberapa permasalahan teknis yang mungkin terjadi di lapangan beserta solusi penyelesaiannya secara terstandar.

Panduan Permasalahan Teknis Ujian Nasional 2013 hendaknya dijadikan pedoman oleh panitia dan siswa peserta UN 2013 di setiap jenjang pendidikan / sekolah! Berikut kami samapaikan info selengkapnya!



1. Apakah peserta UN yang hamil atau sedang tersangkut masalah hukum berhak mengikuti UN?

Peserta UN yang hamil atau sedang tersangkut masalah hukum berhak mengikuti UN. Kelulusan yang bersangkutan dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mengacu kepada kriteria kelulusan yang ada di dalam POS UN tahun 2013.

2. Bagaimana jika ada kesalahan soal dalam distribusi, misalnya soal untuk provinsi A dikirim ke provinsi B?

Dengan adanya pencetakan naskah secara terpusat seperti sekarang ini, kemungkinan kecil akan terjadi kesalaan distribusi soal. Namun, jika hal itu terjadi, maka Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dari perguruan tinggi di wilayah tersebut menghubungi pihak percetakan untuk menggantikan dengan naskah soal yang benar dan dibuatkan berita acara. Tanggungjawab pertecetakan adalah mengirimkan naskah UN ke tempat tujuan yang benar.

3. Bagaimana pelaksanaan UN bagi peserta Tuna Netra yang tidak mendapatkan soal UN dalam bentuk Braille?

Bagi peserta Tuna Netra yang tidak mendapatkan soal UN dalam bentuk Braille, akan didampingi oleh guru pengawas untuk membacakan soal ujian. Untuk itu akan ada penambahan waktu 40 menit dengan jedah waktu 30 menit antar mata pelajaran.

4. Bagaimana jika ada kekurangan/kerusakan naskah soal dan LJUN di ruang ujian?

a. Jika terjadi kekurangan naskah soal dan LJUN di ruang ujian, maka diberikan satu set naskah soal dan LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah yang terdekat.

b. Jika sebelum UN dimulai dan diketahui ada kekurangan naskah soal dan LJUN dalam jumlah yang banyak dan naskah soal dan LJUN cadangan tidak mencukupi, maka penyelenggara UN Tingkat Satuan Pendidikan diperbolehkan memfotokopi sesuai jumlah yang diperlukan. Pada saat proses fotokopy, siswa tetap menunggu sampai soal yang difotokopi datang, kemudian mereka memulai UN secara bersamasama. Pada saat memotokopi naskah, supaya diperhatikan naskahnya lengkap sepasang antara LJUN dengan naskah soalnya sehingga barcode di naskah soal sesuai dengan barcode di LJUN.

c. Jika di sekolah atau wilayah tersebut tidak ada mesin fotokopi, maka siswa yang tidak mendapatkan naskah soal UN diberi soal yang sudah dikerjakan oleh temannya dan jawaban ditulis di kertas kosong sebagai pengganti LJUN. Selanjutnya soal dan jawaban dibawa ke tempat pemindaian (PTN) untuk dipindah ke LJUN dengan dibuatkan berita acara. Dalam hal ini, di tempat pemindaian harus sudah disiapkan LJUNnya dan petugas pemindaian harus sudah dicoaching sebelumnya bagaimana mengantisipasi kejadian seperti ini.

d. Jika di tengah-tengah pelaksanaan ujian peserta ujian menggunakan hapusan kemudian LJUNnya rusak atau robek, maka peserta ujian harus diberikan pasangan naskah soal dan LJUN yang baru. Peserta ujian tidak harus mengulang atau mengerjakan kembali soal-soal yang sudah dikerjakannya, tetapi cukup mengerjakan soal nomor berikutnya pada naskah soal (tidak pada LJUN) atau pada kertas kosong (HVS). Soal dan jawaban dikumpulkan dan dikirim ke tempat pemindaian. Kejadian ini harus dituangkan dalam berita acara. Sebelum pemindaian, petugas pemindai akan memindahkan jawaban tersebut ke LJUN terlebih dahulu. Kejadian ini dibuatkan berita acara di tempat pemindaian.

5. Bagaimana jika ada peserta UN yang memperoleh naskah soal/LJUN yang cacat atau rusak?

Peserta UN yang memperoleh naskah soal/LJUN yang cacat atau rusak, maka naskah soal dan LJUN tersebut diganti dengan satu set naskah soal dari naskah soal/LJUN cadangan di ruang ujian atau ruang lain atau sekolah lain.

6. Bagaimana penempatan peserta dalam ruang ujian jika ada yang kurang dari 20 peserta?

a. Jika peserta UN di sekolah/madrasah sudah dibagi menjadi 20 peserta untuk setiap ruang ujian dan masih ada kelebihan < 5 (lima) peserta, maka pembagian peserta ujian di dalam ruang ujian diatur sebagai berikut:


















Jumlah PesertaRuang 1 Ruang 2
21 10 11
22 10 12
23 10 13
24 10 14
25 10 15


b. Jika kelebihan peserta > 6 siswa, maka peserta tersebut ditempatkan dalam satu ruang tersendiri.

7. Apa tindakan yang diambil jika terjadi pelanggaran POS UN oleh peserta UN atau pengawas ruang ujian?

a. Untuk jenis pelanggaran ringan, cukup diberi peringatan secara lisan.

b. Untuk jenis pelanggaran sedang dan berat, pengawas satuan pendidikan atau penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan melaporkan temuan tersebut ke Posko UN untuk ditindaklanjuti.

c. Laporan harus disertai dengan data-data dan bukti-bukti yang valid, akurat, dan dapat dipercaya.


8. Untuk daerah terpencil yang sarana transportasinya terbatas, pengawas satuan pendidikan tidak bisa menyerahkan LJUN dari satuan pendidikan ke Perguruan Tinggi setiap hari. Apa yang harus dilakukan?

Dalam kondisi seperti itu, LJUN dapat disimpan di titik simpan soal terakhir sampai hari terakhir UN dengan pengamanan dari Kepolisian. Selanjutnya pengawas menyerahkan LJUN tersebut ke perguruan tinggi pada hari terakhir ujian dengan mempertimbangkan keberadaan sarana transportasi di wilayah tersebut.

9. Apa yang harus dilakukan jika LJUN tidak dapat dipindai?

Petugas mengecek dan memastikan apakah masalah tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pemindai (scanner) atau disebabkan oleh LJUN. Jika kesalahan pada alat pemindai, maka perlu diperbaiki.
Jika kesalahan pada LJUN maka perlu diteliti apakah ada kesalahan pengisian oleh peserta didik atau ada sebab lain. Petugas pemindai perlu membuat solusi atas masalah tersebut, misalnya menghitamkan jawaban siswa yang tidak terbaca, dan dituangkan dalam berita acara.

Untuk file selengkapnya termasuk diagram alur kekurangan atau kerusakan naskah soal dan LJUN, bisa anda download disini.

Demikian berbagai Masalah Teknis Ujian Nasional 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Sumber : Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)



Saturday, April 6, 2013

Cara Mudah Sukses Ujian Nasional 2013

0 comments
Bulan April dan Mei merupakan bulannya ujian nasional bagi beberapa jenjang sekolah di Tanah Air. Pagelaran ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2012/2013 akan dimulai sekitar 8 hari lagi yakni tanggal 15 April yang ditandai dengan gelaran UN di tingkat SMA/MA/SMK/sederajat. Berbagai bentuk persiapan selayaknya dilakukan para siswa agar dapat lulus pada UN 2013. Berikut kami sampaikan cara-cara simpel untuk lulus ujian nasional dengan hasil yang baik.

Pertama, menghafal materi ujian nasional sesuai kisi-kisi yang diberikan oleh BSNP. Namun cara belajar dengan menghafal materi saja tidak cukup ampuh untuk menaklukkan soal UN yang nanti diujikan. Selain itu kami sarankan :

Kedua, siswa harus sering berlatih soal sesuai kisi-kisi UN yang ada sehingga memudahkan saat menjawab soal pada ujian sebenarnya. Cara ini banyak medianya, bisa lewat buku kumpulan latihan soal atau lewat portal yang menawarkan latihan soal UN atau dari bimbel juga bisa. Pilihlah buku kumpulan soal atau portal yang sesuai kisi-kisi UN resmi dan bisa digunakan untuk mengukur kemampuan dari jawaban soal yang ada. Banyaknya melakukan latihan soal jelang ujian itu terbukti mampu meningkatkan jembatan memori dalam otak. Yang artinya, makin sering seorang siswa berlatih soal UN, maka ingatan tentang soal UN dan bagaimana menjawabnya, juga bagaimana menganalisis kesalahannya akan terbentuk.

Tidak hanya itu, latihan soal ini juga bermanfaat bagi para guru. Pasalnya, guru dapat memetakan nilai siswa dan fokus pada siswa yang masih tertinggal.

Latihan soal ini juga bisa dipergunakan untuk memprediksi angka kelulusan sebuah sekolah, mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM), membuat strategi pembelajaran baru bagi siswa, serta dapat digunakan orangtua untuk memprediksi kemampuan anak.

Selain itu perlu juga kita pikirkan bahwa UN bukan hanya urusan kelulusan. Mendikbud M Nuh pada tahun 2012 pernah menjelaskan :
UN harus jujur karena UN bukan hanya urusan kelulusan, tapi merupakan media untuk membangun karakter. Kalau ujian saja nyontek, kalau sudah besar pasti korup.

Menurut Menteri ada dua faktor ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional (UN). Nilai rata-rata yang di bawah 5,5 dan atau salah satu atau lebih nilai mata pelajaran bernilai kurang dari empat. Dari pemetaan hasil UN, diketahui sebanyak 5301 siswa atau 69,94 persen dari total ketidaklulusan adalah dikarenakan rata-ratanya tidak mencapai 5,5. Sedangkan 30,06 persen atau 2.278 siswa lainnya dikarenakan ada satu atau lebih mata pelajaran yang kurang dari 4.
Selamat dan sukses ujian nasional 2013, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Copyright © 2013 Unsd.org all rights reserved


UN SMA 2013 Siap Digelar

0 comments
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) siap menggelar Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2012/2013 yang jujur dan lebih kredibel. Kredibilitas UN terutama di jenjang SMA/MA/sederajat penting artinya mengingat hasilnya akan dijadikan sebagai tiket masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Pada 2013, sebanyak 60 persen mahasiswa baru PTN akan diseleksi berdasarkan nilai rapor dan UN.

Diperkirakan sebanyak 3.224.179 siswa jenjang menengah atas (SMA/MA/SMK dan Program Paket C) seluruh Indonesia akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2013 yang akan diselenggarakan serentak mulai 15 April s.d. 18 April 2013. Sebagian besar jumlah ini tentu didominasi oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan data yang masuk ke pihaknya per tanggal 5 April. Namun, ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta UN untuk tingkat menengah atas ini tidak akan mengalami perubahan signifikan.

"Data terakhir yang ada di kami sejumlah itu dan diperkirakan tidak akan ada perubahan yang signifikan," kata Aman saat jumpa pers tentang Pelaksanaan UN 2013 di Gedung C Kemdikbud, Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Berdasarkan data dari BSNP tersebut, dari total peserta sebanyak 1.268.834 siswa SMA terdaftar akan mengikuti UN. Kemudian yang juga mengikuti UN adalah sebanyak 331.177 siswa Madrasah Aaliyah (MA), 1.131.006 dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 1.189 dari SMA Luar Biasa, 191.917 dari Paket C dan 56 orang dari Paket C Kejuruan.

"Tidak seperti tahun lalu, semuanya baik yang formal maupun yang kesetaraan atau paket akan digelar bersamaan. Yang formal pagi dan paket dilaksanakan siang," jelas Aman.

Kendati demikian, ujian paket bagi siswa yang gagal dalam UN 2013 tetap akan diselenggarakan sekitar pertengahan tahun ini sehingga ada dua kali penyelenggaraan ujian paket. "Pada bulan Juli akan ada lagi ujian kesetaraan untuk paket ini," tandasnya.

Mari kita ciptakan pelaksanaan ujian nasional 2013 yang jujur yang tidak hanya untuk siswa saja. Namun juga percetakan, guru, orang tua, pemerintah daerah, pengawas, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN 2013 baik secara langsung atau tidak langsung, di setiap jenjang pendidikan semua dituntut untuk jujur. Semoga, Amin Ya Rabbal Alamin!


Copyright © 2013 Unsd.org all rights reserved


Sunday, March 31, 2013

Pesan Mendikbud untuk Siswa Peserta UN 2013

0 comments
Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013 sekitar 2 minggu lagi, banyak sekolah mempersiapkan siswanya dengan intensif, baik secara akademis maupun mental. Berbagai pendalaman materi hingga doa bersama digelar untuk membuat siswa siap menghadapi UN 2013 ini. Pelaksanaan ujian nasional tahun ini masih mencakup jenjang pendidikan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah / Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK), Program Keseteraaan paket A, B, C, dan C Kejuruan serta pendidikan luar biasa.

Terkait penyelenggaraan ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2012/2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Mohammad Nuh mengatakan, untuk bisa lulus UN, siswa perlu belajar keras dan membuat skala prioritas yang jelas. Pasalnya, UN saat ini tidak hanya sekadar masalah kelulusan, tapi juga telah menjadi syarat utama bagi seorang siswa untuk dapat tembus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.



"Siswa perlu kerja keras untuk UN, apalagi dikaitkan dengan SNMPTN yang juga menggunakan hasil UN," kata Nuh di Jakarta, Senin (25/3/2013).

Ia juga berharap agar siswa yang menjadi peserta UN pada tahun ini dapat lulus dengan nilai yang memuaskan meski tidak menutup kemungkinan ada siswa yang tidak lulus. Namun, sesuai pengalaman, biasanya angka kelulusan jauh lebih besar dibandingkan yang tidak lulus.

"Kita doakan mudah-mudahan lulus. Tapi, berdasarkan pengalaman, persentase yang nggak lulus sangat kecil sekitar 0,3-0,5 persen," jelas Nuh.

Untuk itu, ia kembali menekankan agar para siswa dapat belajar keras dan tidak tergiur untuk berbuat curang mengingat kredibilitas UN yang cukup tinggi. Salah satu langkah agar UN dapat berlangsung baik dan siswa tetap fokus mengerjakan, Kemdikbud meluncurkan 20 variasi soal UN pada tahun ini.

Mendikbud menegaskan bahwa ujian nasional itu kredibilitasnya tinggi, sehingga segala bentuk penyimpangan apa pun harus diatasi dan dihindari. Demikian info kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Diolah dari berbagai sumber


Program Bidikmisi Diperluas Bagi Pendidikan Profesi

0 comments
Bidikmisi sebagai suatu program bantuan merupakan bagian dari rencana kerja 100 Hari Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010. Perguruan tinggi yang mendapat bantuan Bidikmisi yaitu perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama. Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah menjadi 30.000 di 117 perguruan tinggi negeri dengan adanya tambahan anggaran dari APBN-Perubahan. Pada tahun 2012 Bidikmisi dilanjutkan dikembangkan menjadi 30.000 calon mahasiswa penerima yang diselenggarakan di 87 perguruan tinggi negeri dibawah Kemdikbud dan program Bidikmisi yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan program beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa perguruan tinggi pada 2014 akan diperluas mencakup program pendidikan profesi.

"Ada yang baru dalam Bidikmisi. Tahun depan akan dialokasikan hingga program profesi," kata Mendikbud di selah-selah sarasehan dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Semarang, Sabtu (30/3).

Mendikbud mencontohkan, mahasiswa lulusan fakultas kedokteran tentunya membutuhkan kelanjutan pendidikan program profesi untuk menjadi seorang dokter. Untuk itu, pendidikan profesi mereka juga akan difasilitasi dengan beasiswa Bidik misi, terutama bagi mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu.



"Lulusan fakultas kedokteran, kan gelarnya S.ked. Belum boleh nyuntik, perlu melanjutkan program profesi dokter. Program profesi seperti inilah yang nantinya juga dialokasikan beasiswa Bidikmisi," kata M. Nuh.

Demikian pula dengan lulusan fakultas pendidikan yang menjadi calon guru, kata dia, tidak bisa mengajar sebelum mengikuti sertifikasi dan program profesi guru sehingga akan difasilitasi Bidikmisi.

Bidikmisi merupakan salah satu program afirmatif yang tertuang dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, nantinya tidak lagi tergantung menteri atau siapa pun karena sudah menjadi amanat perundangan.

Nuh mengatakan, tahun ini dialokasikan sebanyak 50 ribu beasiswa Bidikmisi untuk angkatan baru. “Mudah-mudahan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan, alokasinya bisa ditambah," katanya.

Dengan ditambahnya alokasi beasiswa Bidikmisi sebanyak 50 ribu penerima tahun pada tahun 2013, maka hingga sampai saat ini sudah ada sekitar 142 ribu mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Ia menyebutkan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk beasiswa Bidikmisi tahun ini. Beasisiwa ini akan dialokasikan kepada mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang tidak mampu tetapi memiliki prestasi akademik.

Sumber: kemdikbud



Arsip Website

 
UN SD © 2011 Schools Directory & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends