Tuesday, May 12, 2009

Standar UASBN SD 3,50

0 comments

Sekolah Dasar (SD) di Jakarta menetapkan nilai standar kelulusan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) sebesar 4,00-5,00. Standar nilai itu di bawah nilai standar kelulusan Ujian Nasional (UN) untuk SMP dan SMA/SMK yaitu 5,50. Alasannya agar nilai standar itu tidak menjadi beban bagi peserta UASBN.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan hari pertama UASBN di SDN Joharbaru 01, Jakarta Pusat. Fauzi didampingi Wakil Gubernur DKI Prijanto, Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto, dan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni.

Dia mengatakan, untuk meningkatkan kualitas peserta didik, setiap tahun standar UASBN itu ditingkatkan. Namun, standar itu jangan sampai menjadi beban orangtua dan siswa. ”Bukan tidak percaya diri, tapi sekolah ingin meningkatkan suasana belajar yang baik,” tuturnya.

Menurut salah satu orangtua siswa di SDN Joharbaru 01, Amel, di Sekolah Berstandar Nasional (SSN) tersebut standar kelulusan UASBN sebesar 4,00. ”Sebenarnya nilai anak-anak bagus, ada 7, 8, bahkan 10. Tapi, memang tidak merata. Ada juga yang di bawah standar. Kemudian diputuskan standar lulus 4,00,” ucapnya.

Begitu juga yang diungkapkan tiga orangtua peserta UASBN lainnya, yaitu Risda, Nining, dan Yetty. Standar nilai itu membuat tenang orangtua karena mereka tak khawatir anaknya tidak lulus.

Pada hari pertama UASBN, orangtua mengantar dan menunggu anaknya di sekolah. Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Joharbaru, siswa sampai di sekolah pukul 06.00 diantar oleh orangtua masing-masing. Bahkan, ada anak yang tidak sempat minum susu karena terburu-buru.

Standar UASBN di SDN Bendunganhilir 12, Tanahabang, Jakpus, hanya 3,50. Kepala SDN Bendunganhilir 12 Murliati mengatakan, penetapan nilai tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan, antara lain nilai hasil tryout siswa dan pembicaraan bersama orangtua murid. Sekolah ini berstatus SSN. Tahun lalu, standar kelulusannya hanya 3,00.

Sementara itu, sebanyak 77 murid SD di Jakpus kemarin tidak mengikuti UASBN yang digelar Senin (11/5) hingga Rabu (13/5). Para siswa yang tidak hadir itu pada umumnya beralasan sakit. Mereka diberi kesempatan mengikuti UASBN susulan yang digelar pada Senin (18/5).

Pada hari pertama UASBN, para siswa mengerjakan soal pelajaran bahasa Indonesia, hari kedua matematika, dan ketiga IPA. ”Siswa yang tidak melaksanakan UASBN hari ini bisa mengikuti susulan pada Senin mendatang,” ujar Zainal Soleman, Kasudin Pendidikan Dasar Jakpus.

Related Articles:

Leave a Reply

Arsip Website

 
UN SD © 2011 - 2016 Schools Directory & World Sharings. Supported by Info Online

Thanks for All friends