Wednesday, October 17, 2012

Sejumlah Perubahan UN 2013

0 comments

Pemerintah berkomitmen tetap akan melaksanakan UN (Ujian Nasional) pada tahun 2013 karena UN merupakan sarana untuk mengevaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional. Disamping itu UN tidak bertentangan dengan peraturan perundangan. Sejumlah perubahan dipersiapkan oleh Kemendikbud, termasuk diantaranya dengan menambah variasi soal menjadi 20 paket soal dalam 1 (satu) ruang ujian. Ketika memberikan keterangan pers soal UN 2013 di Jakarta, Kamis 11 Nopember 2012, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Mohammad Nuh menjelaskan, variasi soal yang tahun ini hanya ada lima macam akan ditambah menjadi 20 macam pada UN tahun depan. Setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Ini yang diuji kemampuan perseorangan, bukan (kemampuan) kolektif," katanya.

Beliau juga mengatakan tentang kemungkinan adanya kenaikan nilai standar kelulusan dari 5,5 menjadi 6 atau tetap mempertahankan nilai standar 5,5 dengan meningkatkan derajat kesulitan soal. Tahun ini proporsi kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasinya tahun depan kemungkinan menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar. Ketua BSNP Muhammad Aman Wirakartakusumah mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan kisi-kisi soal UN yang harapannya selesai bulan November mendatang.

Khusus tentang rencana perubahan materi soal jenjang SMA dan sederajat untuk diintegrasikan dengan soal seleksi masuk calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi tantangan bagi sekolah. Sekolah menyambut baik dan menilai cara ini akan lebih efisien.

Salah satunya diungkapkan Ridnan, guru kurikulum SMAN 78, Jakarta bahwa integrasi nilai UN yang juga dijadikan dasar penilaian masuk perguruan tinggi ini, menurut kami bagus. Bahkan jadi lebih efisien dan murah kalau sudah direkomendasikan dinas pendidikan.Pihaknya menjadikan itu sebagai motivasi dan tantangan. Mereka tetap menjalani proses belajar mengajar sesuai kurikulum, dan menambah porsi belajar bagi siswa yang mau masuk universitas negeri PTN). Kemudian menurutnya, sekolah hanya perlu memberikan pendalaman materi kepada siswa kelas XII SMA/ MA/ SMK. Selain itu, perguruan tinggi juga diminta ikut terlibat dengan baik dalam rencana ini.

Pemerintah bermaksud merubah soal UN SMA/MA/SMK/sederajat dan memanfaatkan hasilnya sebagai syarat seleksi PTN. Selama ini, hasil UN pada jenjang SD/MI telah dipakai dalam seleksi masuk SMP/MTs, demikian pula hasil UN SMP/MTs untuk masuk SMA/MA/SMK. Namun, hasil UN SMA dan sederajat masih belum sepenuhnya diakui PTN karena dinilai belum valid akibat tingginya dugaan kecurangan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh pernah mengungkapkan tidak akan ada lagi gangguan untuk menolak penyelenggaraan UN, kecuali terus memperbaikinya, terutama soal kecurangan yang masih terjadi. Beliau juga menegaskan bahwa UN sudah sah keabsahannya, jangan diganggu, tinggal kita laksanakan UN dengan sebaik-baiknya. Kita sudah membuat porsi 60/40 untuk mengukur prestasi siswa di sekolah. Tadinya UN belum bisa jadi password (tiket.red) masuk ke perguruan tinggi, tapi nanti ada akses agar bisa masuk ke sana," ujarnya pada dalam rapat bersama Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.

Menurutnya, UN tak hanya dapat mengukur prestasi akademik siswa, tetapi juga dapat dijadikan sebagai alat kontrol aspek karakter siswa.

Sumber : Menkokesra dan Kompas

Related Articles:

Leave a Reply

Arsip Website

 
UN SD © 2011 - 2016 Schools Directory & World Sharings. Supported by Info Online

Thanks for All friends