Friday, February 22, 2013

15 Pelanggaran Ujian Nasional Harus Dihindari

0 comments
Dalam Peraturan POS UN tahun pelajaran 2012/2013 antara lain diatur mengenai Tata Tertib mengenai ujian nasional baik untuk Pengawas Ruang UN atau pun untuk Peserta UN. Selain mengatur tentang peraturan yang bersifat keharusan (gebod) juga diatur tentang hal-hal yang tidak diperbolehkan atau dilarang (verbod) selama pelaksanaan ujian nasional (UN).

Larangan untuk Pengawas Ruang UN diantaranya bahwa Pengawas ruang UN dilarang merokok di ruang ujian, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.

Sedangkan larangan untuk Peserta UN diantaranya larangan menanyakan jawaban soal kepada siapa pun; larangan bekerjasama dengan peserta lain; larangan memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal; larangan memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain; laranganmembawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian; dan larangan menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

Sejumlah peraturan tersebut di atas adalah untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran yang mungkin timbul di lapangan. Baiklah kami rekapkan pada jenis pelanggaran yang bisa dilakukan pengawas berjumlah sekitar 8 dan jenis pelanggaran yang bisa diperbuat siswa peserta berjumlah sekitar 7, masing-masing beserta sanksinya secara umum.

Pengawas Ruang UN


a. Pelanggaran ringan meliputi:

  1. lalai, tertidur, merokok, dan berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta ujian | Sanksinya : dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian
  2. lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas | Sanksinya : dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian

b. Pelanggaran sedang meliputi:
  1. tidak mengelem amplop LJUN di ruang ujian | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan
  2. memeriksa dan menyusun LJUN tidak di ruang ujian | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan

c. Pelanggaran berat meliputi:
  1. memberi contekan | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan
  2. membantu peserta ujian dalam menjawab soal | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan
  3. menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan
  4. mengganti dan mengisi LJUN | Sanksinya : sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan


Peserta UN


a. Pelanggaran ringan meliputi:

  1. Meminjam alat tulis dari peserta ujian | Sanksinya :peringatan tertulis
  2. Tidak membawa kartu ujian | Sanksinya : peringatan tertulis

b. Pelanggaran sedang meliputi:

  1. membuat kegaduhan di dalam ruang ujian | Sanksinya : pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan
  2. membawa HP di meja kerja peserta ujian | Sanksinya : pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan

c. Pelanggaran berat meliputi:

  1. Membawa contekan ke ruang ujian | Sanksinya : dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus
  2. Kerjasama dengan peserta ujian | Sanksinya : dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus
  3. Menyontek atau menggunakan kunci jawaban | Sanksinya : dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus

Disamping itu ditentukan juga bahwa sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan penyelenggara UN yang melanggar ketentuan POS diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengawas satuan pendidikan yang melanggar ketentuan POS diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Semua jenis pelanggaran harus dituangkan dalam berita acara.

Sumber : Pos UN 2013 (Peraturan Bsnp No. 0020 dan 0021) beserta revisinya.


Demikian ulasan tata tertib ujian nasional 2013. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!



Hasil Edit POS UN Bsnp Pebruari 2013

0 comments
Peraturan Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional tahun pelajaran 2012/2013 atau Peraturan Pos UN 2013 yang akan digunakan untuk kegiatan UN tahun 2013 penting artinya untuk kelancaran kegiatan eveluasi pendidikan tahunan tersebut. Namun Pos UN 2013 yang baru terbit di akhir bulan Januari 2013 ternyata dikoreksi atau direvisi oleh Bsnp pada wal bulan Pebruari 2013.

Dari Revisi Prosedur Operasi Standar (POS) kami menganalisis beberapa hal yang kiranya penting untuk disampaikan pada publik pendidikan kita. Beberapa revisi tersebut diantaranya :

Revisi Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional 2012/2013:


Revisi I : Tata Tertib Peserta UN

Konten Tata Tertib Peserta UN yang semula hanya ada 15 poin, ditambah 1 poin menjadi 16 poin.
Penambahan peraturan tersebut adalah :

Peserta UN yang tidak memperoleh naskah soal/LJUN karena kekurangan naskah, maka peserta yang bersangkutan diberikan satu set naskah soal dan LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah yang terdekat.

Lengkapnya aturan adalah sebagai berikut :

Tata Tertib Peserta UN
1. Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai.
2. Peserta UN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat izin dari ketua Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan, tanpa diberi perpanjangan waktu.
3. Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan.
4. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan.
5. Peserta UN membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.
6. Peserta UN mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.
7. Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar serta menandatangani pernyataan “mengerjakan UN dengan jujur”.
8. Peserta UN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.
9. Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
10.Selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang UN.
11.Peserta UN yang memperoleh naskah soal/LJUN yang cacat atau rusak, maka naskah soal dan LJUN tersebut diganti dengan satu set naskah soal cadangan yang terdapat di ruang tersebut atau di ruang lain.
12.Peserta UN yang tidak memperoleh naskah soal/LJUN karena kekurangan naskah, maka peserta yang bersangkutan diberikan satu set naskah soal dan LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah yang terdekat.
13.Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.
14.Peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
15.Peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.
16.Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerjasama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e. membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

Revisi II : Pengolahan Hasil Ujian Nasional

Dalam hal Pengolahan Hasil Ujian Nasional poin tentang : Penyelenggara Pusat mencetak DKHUN untuk Sekolah Indonesia di luar negeri dirubah menjadi :

Penyelenggara Pusat
a. Menerima dan memindai LJUN dari sekolah Indonesia di luar negeri;
b. Menskor hasil pemindaian;
c. Mencetak DKHUN dan mengirimkannya ke Sekolah Indonesia di luar negeri


Untuk mengunduh Revisi Pos UN 2013 oleh Bsnp bulan Februari, silakan di download disini

Bagaimana pun POS UN tahun 2013 penting artinya bagi penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional tahun 2013. Perubahan atau pengeditan sekecil apa pun harus difahami dengan cermat. Karena kalau perubahan sudah menyangkut sesuatu yang sangat prinsipil artinya, suka atau tidak harus difahami. Sebab pemahaman POS UN tahun 2013 sebaiknya dilakukan secara integral, bukan pada bagian-bagian tertentu saja yang kiranya sesuai dengan kepentingannya atau posisinya.

Demikian analisa terhadap Revisi Pos UN 2013 yang dilakukan oleh Pemerintah pada tanggal 4 Februari kami sampaikan. Semoga bermanfaat, Amin! Salam sukses!

Sumber : Hasil Edit Pos UN SMA/SMK/SMP/UNPK 2013 Bsnp



Friday, February 15, 2013

SBMPTN 2013

0 comments
Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dianggap sebagai seleksi pengganti Snmptn jalur ujian tulis, pasca Snmptn Tulis dihapuskan. Seleksi SBMPTN akan menggunakan tes tertulis dan tes ketrampilan sebagai sistem penilaian. Adapun teknis SBMPTN baru akan dirumuskan oleh tim panitia Ad Hoc SNMPTN pusat pada Januari 2013 dan baru akan disosialisasikan pada bulan Februari 2013. Sesuai dengan amanat Undang-undang Perguruan Tinggi, SNMPTN jalur tulis diubah namanya menjadi SBMPTN, karena tidak ditanggung lagi oleh Pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Tim Humas Panitia Pusat SNMPTN 2013, Dr Dra Ismaini Zain MSi, di Surabaya.

Disamping itu sistem tes mandiri akan diberikan pada masing-masing PTN. Pada tahun ini, PTN wajib menerima minimal 60% peserta didiknya melalui SNMPTN. Sedangkan sisanya, terserah dari masing-masing PTN, dapat melalui SBMPTN maupun ujian Mandiri.

Sebagaimana diketahui bahwa ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) secara resmi dihapus. Dampak dari penghapusan terhadap sekolah tentu saja ada. Sekolah-sekolah yang mengetahui atau menyadari bahwa siswa-siswinya kurang kompeten, akan mendongkrak nilai- nilai anak didiknya agar bisa mendapatkan kesempatan SNMPTN undangan. Jalur undangan SNMPTN merupakan mekanisme SNMPTN berdasarkan penjaringan prestasi akademik, tanpa ujian tulis, yang ditujukan kepada SLTA atau sederajat.

Pada tahun 2013 cara masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) akan tetap melalui tiga pintu yakni SNMPTN (jalur undangan / prestasi), SBMPTN (jalur tulis), dan jalur mandiri atau kemitraan. Pemerintah sudah mematok jalur SNMPTN sebanyak 50 persen dari kuota PTN yang bersangkutan, lalu jalur SBMPTN 30 persen dan jalur mandiri 20 persen. Dengan demikian, caranya tetap sama, namun ada penyesuaian dengan UU PT Nomor 12/2012.

Biaya pendaftaran untuk jalur SBMPTN tidak digratiskan, peserta diharuskan membayar biaya tes dan pelaksana akan dilakukan secara regional oleh kepanitian yang dibentuk beberapa PTN terdekat. Untuk tes ini, siswa dari dua angkatan sebelumnya (2011 dan 2012) bisa mengikutnya, lalu tes ketrampilan untuk jurusan tertentu akan dilaksanakan bersamaan dengan tes SBMPTN.

Sedangkan untuk jalur SNMPTN, biaya tes digratiskan pemerintah. Tahun lalu, biaya tes jurusan IPA atau IPS Rp150.000 per anak dan biaya tes jurusan IPC (campuran ikut IPA dan IPS) sebesar Rp175.000 per anak.

Info Awal SBMPTN 2013


  1. Seleksi penerimaan ini didasarkan pada hasil ujian tertulis dan keterampilan, seleksi ini merupakan seleksi mandiri yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh 61 PTN.
  2. Biaya pendaftaran seleksi ditanggung oleh pendaftar.
  3. Siswa wajib membayar biaya pendaftaran melalui bank yang ditunjuk dan selanjutnya mendaftar secara online.
  4. Siswa yang dapat mendaftar adalah lulusan tahun 2011, 2012 dan yang mengikuti/akan lulus UN tahun 2013
  5. Waktu pelaksanaan setelah SNMPTN 2013 (info rinci akan disampaikan melalui sekolah masing-masing, baik dalam bentuk poster maupun undangan sosialisasi yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN di kota setempat/terdekat)
  6. Kuota jumlah siswa yang akan diterima rata-rata sekira 40 %

Sekilas Perbandingan SBMPTN 2013 dengan Snmptn


Persyaratan Peserta

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Mengacu pada persyaratan yang ditentukan oleh Panitia Pusat SNMPTN.
2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
Mengacu pada persyaratan yang ditentukan oleh Panitia Pusat SBMPTN.

Prosedur Pendaftaran

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Prosedur pendaftaran melalui laman http://snmptn.ac.id/.
2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
Prosedur pendaftaran menunggu keputusan Panitia Pusat SBMPTN.


Mengenai kapan pendaftaran Sbmptn 2013, hal tersebut masih menunggu keputusan Panitia Pusat SBMPTN. Menurut hemat kami sebagaian panitia masih disibukkan dengan seleksi Snmptn. Patokan kita adalah tentang apa dan bagaimana SBMPTN 2013 kita menanti hasil perumusan oleh tim panitia Ad Hoc SNMPTN pusat dan disosialisasikan pada bulan Februari 2013.

SBMPTN sendiri merupakan program bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Seleksi ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan alumni SMA dan sekolah sederajat untuk dapat menempuh studi di PTN. Pasalnya, tahun ini SNMPTN digelar hanya melalui jalur undangan dengan mempertimbangkan nilai rapor dan ujian nasional, dan khusus diperuntukkan bagi siswa SMA kelas XII.

Tidak semua PTN ikut serta dalam SBMPTN. Tahun ini, ada 62 PTN terlibat SBMPTN. Peserta SBMPTN adalah lulusan SMA dan sekolah sederajat tahun 2011 dan 2012, serta mereka yang akan mengikuti UN tahun 2013. Selain itu, lulusan Paket C juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN.

Sementara itu info yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat! Amin Ya Rabbal Alamin!

Oleh : Drs. Asep Dewan, SH dan Ir. Asep Dedi S

Sumber :
Sbmptn.web.id
Snmptn.or.id
Snmptn.ac.id
Unpad.ac.id
Ugm.ac.id
dll




Wednesday, February 13, 2013

Soal UN 2013 Dengan Sistem Barcode

1 comments
Salah satu langkah kemajuan dari penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2013 adalah naskah soal UN 2013 memakai sistem barcode. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro bahwa dengan penggunaan sistem barcode, para peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban ujiannya.

Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menambahkan bahwa dengan barcode, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode. Nantinya barcode ini akan dipindai oleh alat tertentu saat jawaban UN dikoreksi. Jika mau curang dengan menukar lembar jawaban maka saat dikoreksi jawabannya tidak akan sesuai dengan soal karena ada barcode itu, demikian penegasan Teuku Ramli.

Selain penggunaan barcode dan penyatuan naskah soal dengan lembar jawaban UN, Kemdikbud juga menyiapkan 20 variasi soal pada UN tahun ini sehingga para siswa peserta bisa berkonsentrasi pada soalnya masing-masing tanpa perlu melihat pekerjaan temannya.

Sebagai tambahan bahwa dengan sistem barcode ini selain mengurangi kecurangan juga mempermudah proses data. Dengan penggunaan sistem barcode proses input data dimungkinkan lebih cepat dan lebih tepat, karena teknologi barcode dapat merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual serta mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.

Demikian info Soal UN dengan sistem barcode kami sampaikan, semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!




Soal UN 2013 Bertambah jadi 30 Paket

0 comments
Persoalan Banyaknya paket Soal UN yang disiapkan Pemerintah sebenarnya bukanlah masalah baru. Pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011, Pemerintah dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pernah menyiapkan sekitar 10-12 paket utama soal UN untuk SMP, SMA, dan SMK. Banyaknya variasi soal ini untuk memperkecil kebocoran soal dan menghindari berbagai kecurangan dalam pelaksanaan UN. Paket utama tersebut nantinya akan dipecah dan dicampur kembali sehingga menjadi sekitar 30 paket soal. Satu provinsi akan mendapatkan tiga atau empat paket soal berbeda.

Namun penerapan 20 naskah soal UN dalam satu ruangan ujian baru akan diterapkan tahun 2013. Dengan alasan untuk memperkecil angka kecurangan, Pemerintah meningkatkan jumlah paket soal yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian. Bahkan baru-baru ini Kabalitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kedikbud) Khairil Anwar selepas diskusi dalam kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 mengatakan bahwa untuk ujian nasional tahun ini pihaknya membuat 20 paket bahkan disiapkan 30 paket soal UN 2013. (Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbangtendik) Bojongsari, Depok Jabar Selasa (13/2/2013).



Wacana tersebut bisa membuat bingung kita semua, apabila kita tidak mendiskusikannya. Masalahnya adalah apa artinya disiapkan 30 paket soal dan bagaimana dengan yang 20 paket soal ujian nasional? Baiklah agar kita tidak pusing mari kita coba diskusikan!

Apabila kita menyimak POS UN SMA/MA, SMK, SMP, dan Paket Kesetaraan (Peraturan BSNP No. 0020/BSNP/I/2013), secara eksplisit kita tidak akan menemukan jumlah paket untuk ujian nasional (UN) di UN SMA/MA, SMK, SMP, dan Paket C. Peraturan yang kita temukan adalah :
Penyelenggara UN Tingkat Pusat membuat master copy naskah soal UN, dimana salah satu langkahnya adalah:

Menyiapkan naskah soal UN yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Program Paket C

Konsekuensinya adalah : penerapan paket soal dalam satu ruang ujian maksimal 20 paket. Karena setiap ruang ditempati paling banyak 20 peserta, dan 2 (dua) meja untuk dua orang pengawas UN. Jadi, 30 paket soal yang disiapkan Pemerintah gunanya untuk menambah variasi soal guna memperkecil kebocoran soal dan menghindari berbagai kecurangan dalam pelaksanaan UN, itu pendapat kami.

Sebenarnya penambahan paket soal UN menurut hemat kami menguntungkan ditinjau dari 2 (dua) hal:

Pertama, upaya tersebut dapat memperkecil angka kecurangan baik yang dilakukan oleh siswa atau pihak lainnya.
Kedua, mempermudah pengawas ujian membagikan soal UN. Karena dengan penerapan 5 paket misalnya pernah bikin pengawas kebingungan. Yang menjadi masalah adalah paket soal akan diberi kode angka 1 sampai 5. Sedangkan, paket soal yang ada malah menggunakan kode huruf dan angka. Contoh seperti kode A-67 untuk satu paket soalnya.

Dengan bertambahnya jumlah paket soal tersebut diharapkan tidak membuat siswa bingung. Tidak perlu khawatir dengan 20 atau 30 Paket Soal. Kabar baiknya adalah berapa pun banyaknya paket soal ujian diberikan, namun tingkat kesulitan tidak dibedakan untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian baik untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan Program Paket C. Disamping itu tentunya akan semakin mendorong UN jujur dan hal ini merupakan bekal berharga bagi adik-adik peserta ujian nasional untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.

Demikian artikel Soal UN 2013 Bertambah jadi 30 Paket kami sampaikan. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!


Drs. Asep Dewan, S.H.
Konsultan Pendidikan


Copyright © 2013 Unsd.org all rights reserved


Friday, February 8, 2013

Sejumlah Kesulitan Pendaftaran Snmptn 2013 dan Solusinya

0 comments
Pendaftaran Snmptn tahun 2013 dimulai sejak hari Jumat tanggal 1 Pebruari melalui www.snmptn.ac.id. Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan, pola seleksi SNMPTN didasarkan atas prestasi siswa di sekolah baik prestasi formal berupa rapor atau prestasi akademik lainnya seperti juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau juara olah raga nasional.

Berdasarkan data Panitia Pusat SNMPTN sampai pukul 14.42 WIB, Kamis, 31 Januari 2013 dari sebanyak 27.630 sekolah telah mendaftar sebanyak 11.695 sekolah meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan jumlah pendaftar jalur pendaftar jalur undangan tahun 2012 sebanyak 7.713. Jumlah pendaftar diperkirakan akan melebihi target panitia.



Untuk membantu kesulitan para calon peserta Snmptn 2013 kami mencoba memberikan solusi praktis terhadap beberapa persoalan Snmptn 2013 khususnya yang berkaitan dengan proses pendaftaran.

Salah satu persoalannya adalah bagaimana cara login siswa di situs pendaftaran Snmptn. Ok, anda pertama-tama harus membuka https://web.snmptn.ac.id/ selanjutnya Masukkan NISN dan password Anda. Password dapat didapatkan dari Kepala Sekolah. Password yang digunakan adalah password yang sama dengan password sistem PDSS (PDSS adalah Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai suatu sistem di mana sekolah memasukkan nilai rapor siswa untuk proses seleksi SNMPTN. Nilai dimasukkan bersamaan dengan periode penilaian rapor siswa tiap semester).

Berikut petunjuk praktisnya bisa anda baca dan fahami:

  1. Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password, yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
  2. Siswa Pelamar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan. Siswa pelamar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
  3. Kepala Sekolah harus memberi rekomendasi kepada siswa yang sudah mendaftar SNMPTN.
  4. Pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh Kepala Sekolah dan/atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
  5. Siswa pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.

Apabila anda masih menemui kesulitan silakan kontak saja : Call Center SNMPTN 0804-1-450-450 mereka melayani setiap hari pukul 08.00 - 20.00 WIB

Atau silakan Anda akses Laman Resmi dan Alamat Panitia Pelaksana, sebagai berikut:

  • Informasi resmi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui laman http://www.snmptn.ac.id.
  • Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041450450.
  • Informasi juga dapat diperoleh dari humas Perguruan Tinggi Negeri terdekat.
  • Alamat Panitia SNMPTN 2013: Direktorat Pendidikan, Gedung Rektorat ITB lantai 4, Jl.Tamansari No.64 Bandung 40116. Telp/Fax. (022) 2530689.


Sementara itu bagi mereka yang bingung dengan cara Snmptn 2013 atau tentang Prinsip dan Mekanisme Seleksinya bisa kami jelaskan bahwa Seleksi dilakukan secara bertahap, yaitu:

- Tahap pertama, siswa pelamar akan diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi.
- Apabila siswa pelamar tidak terpilih pada PTN pilihan pertama, maka akan diikutkan pada seleksi tahap kedua di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi dan ketersediaan daya tampung.


Masalah lain yang merupakan masalah umum sejak seleksi PTN digelar adalah tentang menentukan Program Studi dan Jumlah Pilihan di Perguruan Tinggi. Panduan untuk tahun 2013 diantaranya dinyatakan bahwa setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati. Apabila memilih satu PTN, maka PTN yang dipilih dapat berada di provinsi mana pun. Apabila memilih lebih dari satu PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya, atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya. Disamping itu siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) program studi yang diminati pada masing-masing PTN. Mohon diperhatikan bahwa urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan.


Sedangkan bagi siswa yang akan melanjutkan studi di PTN tetapi terkendala dengan biaya dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa Bidikmisi yang informasinya dapat diakses di laman http://bidikmisi.dikti.go.id.

Nah itulah beberapa permasalahan yang kerap ditemui oleh siswa pendaftar Snmptn 2013. Kalaulah anda mempunyai permasalahan lainnya silakan anda bisa tanyakan pada panitia Snmptn atau berikan komentar di artikel ini. Ok, berikut kami sampaikan beberapa kegiatan Pendaftaran SNMPTN 2013 yang patut anda pahami dengan baik :


Pendaftaran SNMPTN 2013



Siswa login menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah

(password sama dengan yang dipakai untuk login di http://pdss.snmptn.ac.id

1 Februari 2013 - 8 Maret 2013

Siswa mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi portofolio (jika memilih program studi Seni/Olahraga)

1 Februari 2013 - 8 Maret 2013

Siswa melakukan finalisasi pendaftaran

9 Februari 2013 - 8 Maret 2013

Kepala Sekolah melakukan verifikasi dan rekomendasi terhadap pendaftaran siswa

9 Februari 2013 - 8 Maret 2013

Siswa mencetak kartu ujian SNMPTN 2013

9 Februari 2013 - 8 Maret 2013

Demikian beberapa solusi terhadap permasalahan Pendaftaran Snmptn 2013. Kami berharap artikel ini bisa membantu pihak-pihak yang berkepentingan, Amin Ya Rabbal Alamin!



Mengenal Komposisi Soal UN 2013

0 comments
Apabila kita menyimak POS UN 2013, dari segi komposisi sebenarnya soal UN 2013 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan ujian nasional tahun-tahun sebelumnya. Desain butir soal dan alokasi waktu pengerjaan soal relatif sama dengan kebijakan tahun 2012. Jumlah butir soal untuk setiap bidang studi yang diujikan tidak mengalami perubahan (paling sedikit soal berjumlah 40, paling banyak 50 soal), begitu juga dengan alokasi waktu pengerjaan rata-rata ditetapkan sekitar 120 menit atau 2 jam.

Sesuatu yang berubah dari permasalahan soal ujian adalah jumlah paket yang diujikan. Untuk jenjang pendidikan menengah seperti SMA/MA dan SMK, jumlah paket yang diberikan dalam satu ruangan ujian adalah 20 paket. Walaupun terkesan "mewah" :) namun langkah ini diambil untuk mengurangi angka kecurangan. Baik kecurangan yang dilakukan oleh siswa atau pun guna mengantisipasi "langkah nakal" dari sang joki ujian nasional.

Baiklah mari kita kenali Komposisi Soal UN 2013, selamat menyimak!

Ujian Nasional SD/MI, SDLB


Penyiapan Bahan UN


Penyelenggara UN Tingkat Pusat menyiapkan 25% butir soal dengan cara mengidentifikasi dan memilih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai dengan kisi-kisi soal UN Tahun 2012/2013. Penyelenggara UN Tingkat Provinsi menyiapkan 75% butir soal dan merakit Master Naskah Soal, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menyusun 75% butir soal sesuai dengan kisi-kisi soal UN Tahun 2012/2013;
b. merakit Master Naskah Soal UN dengan cara menggabungkan 25% butir soal yang disiapkan Penyelenggara UN Tingkat Pusat dan 75% butir soal yang dibuat Penyelenggara UN Tingkat Provinsi;
c. menata perwajahan (lay out) Master Naskah Soal.

Penyelenggara UN Tingkat Provinsi dalam menyiapkan soal UN melibatkan:
a. dosen perguruan tinggi;
b. guru-guru yang berasal dari kabupaten/kota dan telah berpengalaman serta mendapatkan pelatihan penulisan soal dari Puspendik;
c. ahli penilaian pendidikan.

Jumlah butir soal dan alokasi waktu UN SD/MI, SDLB adalah sebagai berikut:

No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Matematika 40 120 menit 
3Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 40 120 menit 


Bahan Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, dan Program Paket:

A. Penyusunan Kisi-Kisi Soal

Penyelenggara UN Tingkat Pusat menyusun kisi-kisi soal berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. menetapkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan untuk menyusun kisi-kisi soal;
2. melakukan validasi kisi-kisi soal dengan melibatkan dosen, guru, dan pakar penilaian pendidikan;
3. menetapkan kisi-kisi soal UN yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

B. Penyiapan Bahan Ujian Nasional

1. Penyelenggara UN Tingkat Pusat membuat master copy naskah soal UN dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. mengidentifikasi dan memilih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai dengan kisi-kisi UN tahun pelajaran 2012/2013;
b. merakit naskah soal UN dengan memperhatikan sebaran tingkat kesukaran soal;
c. menyiapkan bahan UN dalam bentuk Braille bagi peserta UN tunanetra;
d. menyiapkan naskah soal UN yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap peserta dalam satu ruang ujian untuk UN SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Program Paket C;
e. menyiapkan 5 (lima) Paket soal UN yang berbeda khusus untuk SMPLB, SMALB, Program Paket C Kejuruan, dan Program Paket B/Wustha dan 1 (satu) Paket Soal untuk Program Paket A/Ula;
f. menyiapkan bahan UN Bahasa Inggris listening comprehension untuk SMA, MA, SMALB dan SMK (kecuali tunarungu);
g. menyiapkan bahan UN Bahasa Inggris reading sebagai pengganti listening comprehension bagi siswa SMA, MA, SMALB, dan SMK yang menyandang tunarungu (peserta didik inklusi);
h. menyiapkan pedoman penyusunan naskah soal UN Kompetensi Keahlian dengan melibatkan Direktorat Pembinaan SMK dan Dunia Usaha/Industri/Asosiasi Profesi di bawah koordinasi BSNP;
i. naskah soal UN menyatu dengan LJUN;
j. menentukan paket-paket naskah soal UN dengan mempertimbangkan kesetaraan antar paket;
k. menentukan paket naskah soal UN untuk daerah terpencil (remote);
l. memeriksa paket-paket naskah soal UN, dari segi kesetaraan tingkat kesukaran, mutu, dan validitas;
m. menata perwajahan (layout) paket naskah soal UN;
n. memberi kode pada master naskah soal UN;
o. menggandakan dan mengepak master naskah soal UN untuk dikirim ke percetakan;
p. menggandakan bahan UN Bahasa Inggris listening comprehension yang terdiri atas naskah soal, kaset, dan petunjuk penggunaannya.


Untuk UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, dan Program Paket jumlah butir soal dan alokasi waktu UN adalah sebagai berikut:

Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB



SMP, MTs, dan SMPLB


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Matematika 40 120 menit 
3Bahasa Inggris 50 120 menit 
4IPA 40 120 menit 


Ujian Nasional SMA/MA, SMALB



SMA/MA Program IPA


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Fisika 40 120 menit 
5Kimia 40 120 menit 
6Biologi 40 120 menit 

SMA/MA Program IPS


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Ekonomi 40 120 menit 
5Sosiologi 50 120 menit 
6Geografi 50 120 menit 

SMA/MA Program Bahasa


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Sastra Indonesia 40 120 menit 
5Antropologi 50 120 menit 
6Bahasa Asing*) 50 120 menit 

*)Bahasa Asing terdiri dari Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, dan Bahasa Mandarin.


MA Program Keagamaan


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Tafsir 50 120 menit 
5Hadis 50 120 menit 
6Fikih 50 120 menit 


SMALB Kekhususan Tunanetra (A), Tunadaksa (D), dan Tunalaras (E)


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris*) 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 

*) terdiri dari 15 soal listening comprehension dan 35 soal pilihan ganda


SMALB Kekhususan Tunarungu (B)


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 


Ujian Nasional SMK



SMK


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Bahasa Indonesia 50 120 menit 
2Bahasa Inggris**) 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan*) 40 18 – 24 jam 

*) terdiri atas tiga kelompok kejuruan:

(1) kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian;
(2) kelompok Pariwisata, Seni dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran;
(3) program Keahlian Akuntansi dan Penjualan.

Ujian teori dan praktik kejuruan dilaksanakan sebelum pelaksanaan UN.

**) terdiri atas 15 soal listening comprehension atau 15 soal reading untuk penyandang tunarungu dan 35 soal pilihan ganda


Ujian Nasional Program Paket Kesetaraan



Paket C – IPS


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Pendidikan Kewarganegaraan 50 120 menit 
2Bahasa Indonesia 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4Bahasa Inggris 50 120 menit 
5Ekonomi 40 120 menit 
6Geografi 50 120 menit 
7Sosiologi 50 120 menit 


Paket C – IPA


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Pendidikan Kewarganegaraan 50 120 menit 
2Bahasa Indonesia 50 120 menit 
3Bahasa Inggris 50 120 menit 
4Matematika 40 120 menit 
5Fisika 40 120 menit 
6Kimia 40 120 menit 
7Biologi 40 120 menit 


Paket C Kejuruan


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Pendidikan Kewarganegaraan 50 120 menit 
2Bahasa Indonesia 50 120 menit 
3Bahasa Inggris 50 120 menit 
4Matematika 40 120 menit 


Paket B/Wustha


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Pendidikan Kewarganegaraan 50 120 menit 
2Bahasa Indonesia 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4IPA 40 120 menit 
5IPS 50 120 menit 
6Bahasa Inggris 50 120 menit 


Paket A/Ula


No.Mata PelajaranJumlah Butir SoalAlokasi Waktu
1Pendidikan Kewarganegaraan 50 120 menit 
2Bahasa Indonesia 50 120 menit 
3Matematika 40 120 menit 
4IPA 40 120 menit 
5IPS 50 120 menit 


Demikian kami sampaikan bahan-bahan ujian nasional tahun 2013, semoga bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!

Sumber-sumber :
- Peraturan BSNP 020/P/BSNP/I/2013 dan 021/P/BSNP/I/2013
- Kisi-kisi UN SD/MI, UN SMP/MTs, SMPLB SMA/MA, SMALB, SMK, dan Program Paket tahun pelajaran 2012/2013



Arsip Website

 
UN SD © 2011 Schools Directory & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends